Jumat, 08 April 2016

[dakwatuna.com] Ada 4 Artikel & Berita Terbaru

ad300
Advertisement

[dakwatuna.com] Ada 4 Artikel & Berita Terbaru

Link to dakwatuna.com

Agar Tak Menjadi ‘Thaghut’ bagi Kader PKS

Posted: 08 Apr 2016 04:23 AM PDT

ilustrasi (inet)

Dalam kalut internal PKS, saya tak ingin mengatakan bahwa PKS adalah tirani. Karena, hingga saat ini PKS lah satu-satunya Partai yang memiliki struktur rapi, sistem terkuat, dan tidak tergantung pada tokoh-tokohnya. Namun, pemberhentian Fahri Hamzah oleh PKS cukup mengejutkan. PKS telah memberikan bayanat umum pasca 'bocor' dan 'keluar'–nya SK Majelis Tahkim PKS.

Konten Agar Tak Menjadi 'Thaghut' bagi Kader PKS ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

Tax Amnesty di Ambang Era Keterbukaan Informasi

Posted: 07 Apr 2016 11:54 PM PDT

Ilustrasi. (ekbis.sindonews.com)

Kembali pada tujuan mendasar dari Tax Amnesty, respons Wajib Pajak hendaknya dipahami pula sebagai sejenis respons atas segera berakhirnya era ketertutupan. Respons Wajib Pajak terhadap Tax Amnesty pasti tidak dapat dilepaskan dari fenomena segera berakhirnya era ketertutupan. Respons Wajib Pajak terhadap Tax Amnesty adalah respons yang terkait dengan segera dimulainya era keterbukaan informasi.

Konten Tax Amnesty di Ambang Era Keterbukaan Informasi ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

Tax Amnesty, Solusi Kesejahteraan Bangsa?

Posted: 07 Apr 2016 10:51 PM PDT

Ilustrasi. (harianaceh.kilatstorage.com)

Namun Pemerintah juga sadar bahwa dari 2,5 juta Wajib Pajak badan dan 27 juta Wajib Pajak perorangan, hanya 10 juta atau sekitar 100 ribu orang yang melaporkan SPT-nya. Artinya, kesadaran pajak dalam negeri masih kurang. Maka ke depannya mungkin tidak sekedar tax amnesty yang jadi primadona kebijakan pajak, tapi juga akan dipersiapkan kebijakan pajak lainnya untuk mengapresiasi wajib pajak yang taat peraturan untuk meningkatkan kesadaran pajak mereka. Pada intinya, kesejahteraan Indonesia yang masih rendah akan mengganggu kedaulatan negara.

Konten Tax Amnesty, Solusi Kesejahteraan Bangsa? ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

Kritik yang Membangun, Tidak Membully

Posted: 07 Apr 2016 06:16 PM PDT

Ilustrasi. (haikudeck.com)

Kritik boleh saja, tak ada yang melarang. Beropini pun silakan saja. Tetapi akan sangat disayangkan jika ternyata Indonesia dengan ragam kekayaannya, ternyata hanya mampu menghasilkan bullying dari sebuah kesalahan warga/masyarakatnya. Akan lebih baik jika yang dihasilkan adalah argumen atau opini dan kritik yang membangun, bukan meme yang menyinggung atau komentar-komentar yang kasar di berbagai akun sosial media yang ada.

Konten Kritik yang Membangun, Tidak Membully ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

Share This
Previous Post
Next Post

Pellentesque vitae lectus in mauris sollicitudin ornare sit amet eget ligula. Donec pharetra, arcu eu consectetur semper, est nulla sodales risus, vel efficitur orci justo quis tellus. Phasellus sit amet est pharetra

0 komentar: