![]() |
| Advertisement |
[dakwatuna.com] Ada 10 Artikel & Berita Terbaru | |
- Seorang Wanita Tangguh
- Semua yang Bernyawa Akan Kembali Kepada-Nya
- Terima Kasih, Ayah
- Rindu Bergurau Berdua
- Ketika Waktu yang Berbicara
- Rintihan Pahlawanku
- Peluh Tak Jadi Alasan untuk Mengeluh
- Nomor 2
- Pergi di Tengah Dinginnya Pagi
- Meski Lelah Namun Tetap Bersyukur
| Posted: 13 May 2016 02:42 AM PDT ![]() Jika sebagian wanita memilih bekerja sebagai wanita karier, berbeda dengan sosok wanita yang satu ini. Ia biasa dipanggil Mama Ita yang memilih pekerjaannya sebagai tukang ojek. Mama Ita sosok wanita yang tangguh, berjuang untuk menghidupkan dua orang anaknya dengan pekerjaan halal yang dikerjakan sekarang sebagai tukang ojek wanita. Sejak suaminya meninggal dunia, Mama Ita berjuang sendiri demi keluarga kecilnya. Konten Seorang Wanita Tangguh ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com. |
| Semua yang Bernyawa Akan Kembali Kepada-Nya Posted: 13 May 2016 02:36 AM PDT ![]() "Tiap-tiap yang bernyawa pasti akan merasakan mati" (QS. Ali 'Imran: 185). Kematian datang tak memandang siapa dan kapan. Konten Semua yang Bernyawa Akan Kembali Kepada-Nya ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com. |
| Posted: 13 May 2016 02:29 AM PDT ![]() Tiap keringat dan hembusan napasnya ditujukan untuk keluarganya. Kerja keras dan usahanya tak pernah ia ungkit atau berharap diganti. Kasih sayangnya selalu membekas di hati dan tak pernah terganti. Hanya doa dan janji untuk menjadi terbaik yang dapat menunjukkan kasih sayangku. Konten Terima Kasih, Ayah ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com. |
| Posted: 13 May 2016 02:24 AM PDT ![]() Teringat, dulu sebelum masing-masing dari mereka mempunyai kesibukan yang berbeda, mereka dapat dengan mudah terlihat sedang bermain, bercanda, bergurau berdua di halaman rumah. Namun sekarang, sang Kakak yang telah tumbuh menjadi pria dewasa lebih sering menghabiskan waktunya di luar rumah. Meski tinggal dalam naungan atap yang sama, ia merasa jarang meluangkan waktu berdua dengan adiknya lagi. Jangankan meluangkan waktu, untuk sekedar bertatap muka dan bertegur sapa pun kini sangat jarang mereka lakukan. Konten Rindu Bergurau Berdua ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com. |
| Posted: 13 May 2016 02:16 AM PDT ![]() Benciku kepadanya dulu tiada tara. Anak kecil yang hyperactive dan jahil kepada semua orang sekarang menjadi sosok laki-laki dewasa yang hebat dan pantang menyerah. Asam garam masa remaja yang ia lewatkan dulu menjadi kenangan hebat yang ia ciptakan. Tanpa ia sadari pengalamannya menjadi pelajaran untukku, adik semata wayangnya. Konten Ketika Waktu yang Berbicara ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com. |
| Posted: 13 May 2016 02:06 AM PDT ![]() Karena Ayah sudah tenang dan sadar, Ibun menitipkan Ayah padaku dan ia mencari kamar inap untuk Ayah. Saat Ibun pergi, dokter datang dan meminta izin untuk membersihkan luka pada wajah Ayah. Ketika kapas yang dipegang dokter menyentuh pipi kiri Ayah, tangan Ayah spontan menahan tangan dokter. Aku diminta dokter untuk menahan tangan Ayah. Ayah meronta-ronta dan mengaduh-ngaduh "Sakiiiit…sakiiiit…" ah rasanya hatiku seperti terisris-iris mendengar rintihannya. Aku tetap menahan air mataku dan terus menuntun ayah agar terus beristighfar. Sungguh sebenarnya aku tak tahan, rasanya aku ingin lari saja dan menangis sejadi-jadinya. Aku tidak pernah melihat Ayah merintih atau bahkan mengeluh sedikit pun. Ayah adalah laki-laki yang sangat kuat bagiku, pelindung juga penghibur. Konten Rintihan Pahlawanku ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com. |
| Peluh Tak Jadi Alasan untuk Mengeluh Posted: 13 May 2016 01:56 AM PDT ![]() Ayahku bekerja sebagai wiraswasta, karena sudah 2 tahun lebih ia terkena pemutusan hubungan kerja masal dari kantornya yang sudah gulung tikar. Ia tak pantang menyerah, terpuruk dan merenungi nasib hanya membuat pikirannya makin keruh. Ia bangkit dan berani memulai usaha menjadi teknisi pendingin ruangan. Pekerjaannya tak menentu, menunggu panggilan pelanggan yang memiliki masalah pada pendingin ruangan. Pendapatannya juga tak pasti, kadang dalam sehari tak sepeserpun dikantonginya. Mungkin, bagi sebagian orang kelihatannya bekerja sebagai teknisi pendingin ruangan bukan hal yang sulit. Tetapi itu merupakan pekerjaan rumit. Konten Peluh Tak Jadi Alasan untuk Mengeluh ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com. |
| Posted: 13 May 2016 01:49 AM PDT ![]() Sejak kecil, komunikasiku dengan Mama tidak begitu baik. Sebagai anak sulung yang lebih sering ditinggal dengan pengasuh, peran Mama tidak banyak dalam hidupku. Mama selalu jadi pilihan terakhir ketika ada masalah. Bagiku, Mama terlalu banyak aturan, cerewet, dan kaku. Konten Nomor 2 ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com. |
| Pergi di Tengah Dinginnya Pagi Posted: 13 May 2016 01:21 AM PDT ![]() Kagum dengan apa yang dilakukan Ayahku, ia rela berangkat dengan udara dinginnya pagi dan pulang dengan mata yang harusnya sudah istirahat. Demi keluarganya ia rela menjalankan itu semua. Konten Pergi di Tengah Dinginnya Pagi ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com. |
| Meski Lelah Namun Tetap Bersyukur Posted: 13 May 2016 01:12 AM PDT ![]() Setiap kali aku ingin membantunya ia menolaknya. Ibuku selalu berkata bahwa aku harus fokus terhadap pelajaran dan kuliahku hingga mencapai cita-citaku. Bagaimana mungkin aku sebagai anaknya membiarkan ibuku mengerjakan itu sendiri. Namun, lagi-lagi ia berkata bahwa itu merupakan tanggung jawabnya sebagai ibu rumah tangga. Yang ia inginkan hanya satu bahwa ia ingin melihat anak-anaknya fokus untuk sukses suatu saat nanti. Perkataan lain yang selalu ia ucapkan adalah bersyukur bisa memiliki keluarga kecil yang menjadi bagian terindah dalam hidupnya. Konten Meski Lelah Namun Tetap Bersyukur ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com. |
| You are subscribed to email updates from dakwatuna.com. To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |











0 komentar:
Posting Komentar