![]() |
| Advertisement |
[dakwatuna.com] Ada 10 Artikel & Berita Terbaru | |
- Pimpinan Wahdah bertemu dengan Sekjen PBB pada Forum Doha
- Jayapura, Kota Tempat Sujud Dimulakan
- Pemuda di Antara Alkohol, Parenting, Pergaulan, dan Psikologis
- Kurikulum dan Guru
- Menyayangi Dengan Cara yang Berbeda
- Bukan Sekadar Istri dan Ibu
- Kaulah Surga Dunia Akhiratku, Bu
- Menyusuri Lika Liku Cinta (Bagian ke-2)
- Menyusuri Lika Liku Cinta (Bagian ke-1)
- Bolehkah Aku Menyentuh Lukamu, Ayah?
| Pimpinan Wahdah bertemu dengan Sekjen PBB pada Forum Doha Posted: 23 May 2016 11:13 AM PDT ![]() Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia Pusat (MUI) yang juga merupakan Pimpinan Umum Wahdah Islamiyah, Muhammad Zaitun Rasmin, menghadiri Konferensi Internasional "Forum Doha" di Qatar, Sabtu (21/6/2016). Konten Pimpinan Wahdah bertemu dengan Sekjen PBB pada Forum Doha ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com. |
| Jayapura, Kota Tempat Sujud Dimulakan Posted: 23 May 2016 06:18 AM PDT ![]() Allah takdirkan bahwa mentari menyapa lebih dahulu Kota Jayapura baru kota-kota lainnya. Hal ini bermakna bahwa penduduk di Jayapura termasuk orang-orang yang pertama kali bersujud kepada Allah baik dalam shalat malamnya, shalat subuhnya, shalat dhuhanya, shalat zhuhurnya, shalat isya-nya daripada di kota-kota lainnya di muka bumi. Dzikir pagi dan petang yang dilakukan penduduk di Jayapura adalah dzikir terawal dibandingkan kota-kota lainnya di dunia. Jam masuk kerja di kota Jayapura lebih awal daripada lainnya. Konten Jayapura, Kota Tempat Sujud Dimulakan ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com. |
| Pemuda di Antara Alkohol, Parenting, Pergaulan, dan Psikologis Posted: 23 May 2016 04:53 AM PDT ![]() Para pelaku kejahatan terhadap Yuyun, semuanya terhitung usia remaja (Adolescene, 12-18 tahun) dalam teori perkembangan psikosial Erikson disebut fase (Identity vs. Role confusion), yaitu peralihan dari anak-anak ke dewasa. Remaja ini akan mengkaji kembali identitasnya dan mencari siapa dirinya (Berk, 2009). Konten Pemuda di Antara Alkohol, Parenting, Pergaulan, dan Psikologis ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com. |
| Posted: 23 May 2016 04:07 AM PDT ![]() Seperti apa yang diungkapkan oleh Asep Sapaat salah seorang praktisi pendidikan yang juga mantan Direktur Sekolah Guru Indonesia Dompet Dhuafa "Tak ada satu pun model pembelajaran terbaik untuk guru-guru. Yang terbaik, yang tepat ditampilkan di tempat yang tepat dan situasi yang tepat. Tak ada satu pun strategi mengajar yang terbaik. Semua tergantung pada situasi dan waktu yang yang tepat untuk dipraktikan guru. Sedahsyat apa pun kurikulum berbasis saintifik dengan model tematik integratif, jika tidak dipahami dan tak bisa diterjemahkan guru dalam praktik pembelajaran semua hanya isapan jempol belaka". Itu artinya tak ada metode ataupun strategi terbaik, melainkan ketepatan guru dalam menerapkan metode atau strategi pembelajaran di dalam kelas yang disesuaikan dengan tempat dan situasi yang tepat juga. Tentu hal ini dapat dijadikan bahan refleksi bagi para guru. Konten Kurikulum dan Guru ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com. |
| Menyayangi Dengan Cara yang Berbeda Posted: 23 May 2016 03:34 AM PDT ![]() Ibuku adalah seorang yang keras kepala dan overprotectif. Saat libur tiba harusnya aku bisa bermain bersama teman sebayaku, namun ibuku tak pernah memberikanku waktu bermain sedetikpun, karena menurutnya hanya membuang-buang waktu. Dia selalu menuntutku untuk belajar, belajar dan belajar. Konten Menyayangi Dengan Cara yang Berbeda ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com. |
| Posted: 23 May 2016 03:26 AM PDT ![]() Dengan segala keterbatasannya, Ibu selalu berusaha mengasihiku dengan cara yang sempurna. Kepada Bapak, Ibu adalah seorang istri yang sangat patuh. Meski memiliki tanggung jawab sebagai seorang pendidik di sebuah sekolah dasar milik negara, Ibu tidak pernah melalaikan tanggung jawabnya sebagai seorang istri dan Ibu di rumah. Konten Bukan Sekadar Istri dan Ibu ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com. |
| Kaulah Surga Dunia Akhiratku, Bu Posted: 23 May 2016 03:19 AM PDT ![]() Semua keperluanku berusaha dipenuhi ibuku agar aku tak merasa kekurangan. Sekolah berkualitas, pakaian bersih, sepatu bagus dibelikannya untukku tanpa sepercik rasa pamrih sedikit pun. Konten Kaulah Surga Dunia Akhiratku, Bu ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com. |
| Menyusuri Lika Liku Cinta (Bagian ke-2) Posted: 23 May 2016 02:29 AM PDT ![]() Pulang mengaji tak selalu aku kembali ke rumah, terkadang aku juga menemani nenek (ibu ayahku) di rumahnya yang besar dan seram menurutku. Nenek tinggal sendiri, dulunya sih beliau adalah wanita tangguh namun semenjak jatuh di sungai beliau mulai lumpuh tapi tetap masih mandiri. Di rumah nenek tidak ada listrik, meskipun semua tetangga beliau sudah punya berbagai rupa barang elektronik, di sini tetap suram. Hanya ada satu lampu minyak dari botol bekas M150, dan hanya akan menyala sebelum beliau mengantuk saja. Kalau ku pinta nenek untuk pake listrik jawaban beliau "itu dari lampu tetangga juga terang ke sini". Oalah nenekku itu terlalu hemat atau terlalu pelit. Kalau ingin menonton televisi aku harus melanglang buana ke rumah tetangga, kecuali hari sabtu. Aku tidak diizinkan nenek untuk ke rumah tetangga dengan alasan warga pada pulang dari pasar, banyak makanan. Padahal aku kan juga gak akan minta, tapi ya sudahlah apapun kata nenek aku ikutin aja. Konten Menyusuri Lika Liku Cinta (Bagian ke-2) ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com. |
| Menyusuri Lika Liku Cinta (Bagian ke-1) Posted: 23 May 2016 02:09 AM PDT ![]() Ayahku adalah seorang petani sekaligus penjual kopi bubuk racikannya sendiri di kampung dan ibuku adalah salah seorang pelanggannya. Cerita bermula dari pelanggan yang seakan kena sihir cinta dari sang penjual kopi yang sejatinya adalah duda beranak empat. Entah apa yang terjadi hingga ibuku tak lagi bisa menghapus bayang-bayang si penjual kopi dari ingatannya. Sehari saja tak bersua maka siap-siap pusing mendera. Singkat cerita ibu pun meninggalkan kekasihnya yang hampir seusia untuk membina rumah tangga bersama sang penjual kopi. Meskipun tak sedikit keluarga yang menentang pernikahan itu tapi sihir cinta si penjual kopi itu ternyata jauh lebih kuat dari semuanya. Konten Menyusuri Lika Liku Cinta (Bagian ke-1) ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com. |
| Bolehkah Aku Menyentuh Lukamu, Ayah? Posted: 23 May 2016 01:46 AM PDT ![]() Besar dalam keluarga broken home memberinya banyak pelajaran yang berharga. Mengajarkan dirinya bagaimana menjadi sosok teman, sahabat, atau pun orangtua bagiku dan kakak. Ia tak ingin mengulangi kembali kesalahan yang sama seperti ayahnya dahulu. Laki-laki yang sudah berkepala lima ini selalu berkata, "Ayah gak mau anak-anak Ayah sampai mengalami apa yang Ayah alami dahulu, cukup Ayah saja." Konten Bolehkah Aku Menyentuh Lukamu, Ayah? ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com. |
| You are subscribed to email updates from dakwatuna.com. To stop receiving these emails, you may unsubscribe now. | Email delivery powered by Google |
| Google Inc., 1600 Amphitheatre Parkway, Mountain View, CA 94043, United States | |










0 komentar:
Posting Komentar