Senin, 09 Mei 2016

[dakwatuna.com] Ada 10 Artikel & Berita Terbaru

ad300
Advertisement

[dakwatuna.com] Ada 10 Artikel & Berita Terbaru

Link to dakwatuna.com

KNRP Gelar Pelatihan Relawan Dai Palestina

Posted: 09 May 2016 03:46 PM PDT

Sekretaris Umum KNRP, Heri Efendi. (Zak/KNRP)

Pelatihan ini diharapkan dapat menghasilkan para relawan dai yang mensosialisasikan isu kemanusiaan Palestina kepada masyarakat Indonesia

Konten KNRP Gelar Pelatihan Relawan Dai Palestina ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

Gerakan Kampung Membaca: Kolaborasi Untuk Anak Negeri

Posted: 09 May 2016 07:05 AM PDT

Gerakan Kampung Membaca di daerah Garut Bagian Selatan.

Komunitas Trooper Nusantara yang digawangi Pak Yamin, memfasilitas dua buah mobil untuk mengantarkan Tim Gerakan Kampung membaca menuju 3 titik lokasi

Konten Gerakan Kampung Membaca: Kolaborasi Untuk Anak Negeri ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

Mahasiswa Hingga Tukang Buah Keliling Dukung Pemerintah Peduli Suriah

Posted: 09 May 2016 03:52 AM PDT

Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus (FSLD) Jabodetabek menggelar aksi solidaritas rakyat Suriah, Senin (9/5/2016). (afifah nsa)

Forum Silaturahim Lembaga Dakwah Kampus Jabodetabek menggelar aksi solidaritas rakyat Suriah. Kelompok mahasiswa ini mengecam keras atas tragedi yang terjadi di Aleppo, Suriah

Konten Mahasiswa Hingga Tukang Buah Keliling Dukung Pemerintah Peduli Suriah ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

Gerakan Kampung Membaca

Posted: 09 May 2016 03:03 AM PDT

Ilustrasi. (tinypic.com)

Gerakan Kampung Membaca atau biasa disingkat GKM dilaksanakan dari kampung ke kampung. Sasaran utama dari program GKM ini adalah para pelajar. Pegiat GKM melibatkan berbagai lini anak muda, dari mulai siswa SD sampai dengan guru honorer. Kerelawanannya tidak dibatasi. Setiap orang memiliki kepedulian yang sama bisa ikut ambil bagian.

Konten Gerakan Kampung Membaca ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

Sumber Kehidupanku

Posted: 09 May 2016 02:51 AM PDT

Ilustrasi (123rf.com / Tjui Tjioe)

Hari berganti hari, bulan berganti bulan dan tahun berganti tahun telah nampak perubahan fisikmu yang semakin beranjak menua, rambutmu mulai tumbuh uban, terlihat keriput di wajahmu dan tubuhmu sudah mulai terasa sakit. Maafkan aku karena belum bisa membalas apa – apa atas semua kasih sayang yang Ayah dan Ibu berikan. Sering aku membuat kalian kecewa dengan tingkah lakuku. Bahkan gagal untuk memenuhi keinginan kalian. Ayah, Ibu terimakasih atas segalanya. Tak ada yang dapat menggantikan kalian dalam hidupku. Maafkan semua kesalahanku yang tak ku sengaja dan maaf untuk kenakalan yang membuat kesabaran kalian teruji lagi dan lagi, tapi satu hal yang ayah dan ibu harus tahu aku akan berusaha menjadi anak yang berbakti dan sukses untuk kalian karena kebahagiaan kalian adalah suatu yang harus aku penuhi.

Konten Sumber Kehidupanku ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

Menjadi Muslim Pembelajar

Posted: 09 May 2016 02:42 AM PDT

Ilustrasi. (inet)

Menjadi seorang penuntut ilmu sebenarnya merupakan hal yang sangat mulia. Mari kita merenungi Al Quran surat Al Mujadilah ayat 11, "Allah akan mengangkat orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan dengan beberapa derajat". Jelas bagi kita, bahwa tidaklah cukup menjadi seorang yang beriman saja tanpa memiliki ilmu, karena amal ibadah yang tanpa diiringi dengan ilmu tidak akan bernilai. Begitu pula ilmu yang dimiliki jika tidak diiringi dengan ketaatan kepada Allah akan menjadi kesia-siaan. Allah akan meninggikan derajat kita apabila kita beriman dan berilmu. Maka, menuntut ilmu menjadi suatu hal yang akan sangat mulia jika dilakukan oleh hamba Allah yang beriman.

Konten Menjadi Muslim Pembelajar ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

Saat Menderita Penyakit, Tak Halangi Rasa Syukur

Posted: 09 May 2016 02:24 AM PDT

Ilustrasi (cdn.k.dk)

Saat melakukan pengobatan di RS Persahabatan, Jakarta Timur, ada yang membuatnya merasa beruntung. Di sana, beliau ditemukan dengan banyak pasien lain yang menderita hal serupa, bahkan lebih parah. Melihat pasien lain yang jauh lebih parah, bahkan ada pasien baru satu hari datang langsung meninggal besoknya. Di situlah ia bersyukur, meski beliau tidak mengetahui apa ia bisa sembuh atau tidak, setidaknya ia bisa lebih bertahan daripada mereka. Masih diberi kehidupan, masih diberi kesempatan.

Konten Saat Menderita Penyakit, Tak Halangi Rasa Syukur ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

Yuyun, Pejabat Negeri, dan Merajalelanya Minuman Keras

Posted: 09 May 2016 02:07 AM PDT

Ilustrasi (Inet)

Kisah Yuyun adalah sebagian kecil yang diberitakan, tapi kita semua seakan menutup mata dengan kasus-kasus lain hingga tidak dijadikan pelajaran agar tidak terulangi di kemudian hari. Di samping itu adalah kekuatan produk hukum yang ada di Negara kita masih sangat kurang dan bahkan pilih-pilih. Pada kenyataannya hukum tentang penggunaan dan distribusi miras rapuh terhadap oknum-oknum pejabat yang mempunyai gaya hidup yang lebih dari biasanya. Hingga akhirnya masyarakatpun merasakan akibatnya.

Konten Yuyun, Pejabat Negeri, dan Merajalelanya Minuman Keras ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

8 Hal yang Patut Diteladani Dari Prof. Dr. Tuty Alawiyah

Posted: 09 May 2016 01:56 AM PDT

Ketua Umum (Ketum) Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT), Prof. Hj. Tutty Alawiyah (Foto: antara.com)

di bidang pendidikan, almarhumah Dr Tuty Alawiyah pada tahun 1957 sanggup menyelesaikan pendidikan SMP dan MTs sekaligus. Dalam perjalanannya, sang ayah yakni KH. Abdullah Syafi'i menunjuk dan mengangkatnya sebagai penerus kepemimpinan Yayasan As-Syafi'iyyah, bukan menunjuk saudara laki-lakinya. Kebijakan ini didasari keseriusan Tuty Alawiyah untuk meneruskan cita-cita orang tuanya dalam membina umat. (Ulama Perempuan Indonesia, 2002, hal. 201-203). Tahun 2001 meraih gelar Doktor Kehormatan di bidang Dakwah Islam dari IAIN Jakarta. Kemudian mendapatkan gelar Profesor dari Federation Al-Munawwarah di Berlin, Jerman.

Konten 8 Hal yang Patut Diteladani Dari Prof. Dr. Tuty Alawiyah ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

Saat Sujud, Dahulukan Lutut atau Tangan?

Posted: 09 May 2016 01:25 AM PDT

Ilustrasi (boston.com)

Ibnul Qayyim mengatakan: Dahulu Rasulullah ﷺ meletakkan lututnya sebelum tangannya, kemudian tangannya, lalu diikuti dengan keningnya dan hidungnya. Inilah yang shahih yang diriwayatkan oleh Syarik dari 'Ashim bin Kulaib dari ayahnya, dari Wail bin Hujr, dia berkata: "Aku melihat Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam, jika dia sujud dia meletakkan lututnya sebelum tangannya, dan jika dia akan bangkit, dia mengangkat tangannya sebelum lututnya. Dan tidak ada riwayat yang bertentangan dengan apa yang dilakukannya itu." Selesai.

Konten Saat Sujud, Dahulukan Lutut atau Tangan? ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

Share This
Previous Post
Next Post

Pellentesque vitae lectus in mauris sollicitudin ornare sit amet eget ligula. Donec pharetra, arcu eu consectetur semper, est nulla sodales risus, vel efficitur orci justo quis tellus. Phasellus sit amet est pharetra

0 komentar: