Jumat, 27 Mei 2016

[dakwatuna.com] Ada 10 Artikel & Berita Terbaru

ad300
Advertisement

[dakwatuna.com] Ada 10 Artikel & Berita Terbaru

Link to dakwatuna.com

Bekerjalah Demi Kehormatanmu

Posted: 27 May 2016 03:36 AM PDT

Ilustrasi - Seorang pekerja memperbaiki sebuah rumah di Gaza yang hancur diserang Israel. (Getty Images)

Ayolah, bekerja! Bekerja sekuat dan semampu kita. Tidak perlu malu dan gengsi, apapun jenis pekerjaan yang kita lakukan asalkan halal tidak akan menurunkan derajat seseorang di hadapan Allah. Bercocok tanam, menjadi kuli bangunan, penjual bakso, tukang tambal ban, tukang cukur, itu semua lebih baik dan mulia daripada pengangguran, hidup menjadi peminta minta atau belas kasihan orang lain. Jangan hanya melihat pekerjaan dari jenis pekerjaannya tapi yang utama lihatlah halal-haram nya. Pekerjaan yang di mata manusia nampak hina namun halal jauh lebih baik daripada nampak mulia di mata manusia namun hina di hadapan Allah.

Konten Bekerjalah Demi Kehormatanmu ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

Ummi, Abi, Kami Butuh Kalian

Posted: 27 May 2016 03:17 AM PDT

Ilustrasi. (123rf.com / Jasmin Merdan)

Orang tua dan keluargalah lingkungan pertama dan terdekat dengan anak. Sebelum anak mengenal sekolah dan segala perangkatnya, orangtua dan keluarga yang dikenalnya terlebih dahulu. "Al Ummu madrasatul ulla. Ibu adalah sekolah yang pertama". Pengajaran, pendidikan dan kejadian-kejadian yang terjadi dengan orang tua dan keluarga menjadi bekal bagi anak memasuki dunia yang baru, yaitu sekolah. Orang tua dan keluarga mencontohkan selalu berdo'a sebelum melakukan pekerjaan, maka anakpun akan berlaku demikian. Jujur, maka anak akan menjadi orang yang jujur di sekolah. Disiplin, maka anakpun akan mudah disiplin di sekolah. Bila orangtua memberikan cinta dan kasih sayang kepada anak, anak akan mudah mengasihi kawan-kawannya di sekolah.

Konten Ummi, Abi, Kami Butuh Kalian ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

Mentalitas Muslim Juara

Posted: 27 May 2016 03:07 AM PDT

Ilustrasi. (Foto: inet)

Ya, karena beliau dan sahabat-sahabat Rasulullah saw dibentuk untuk menjadi muslim yang memiliki mentalitas yang tinggi, mentalitas para juara, mentalitas para pemimpin, sebab jika tidak memiliki cita-cita dan mentalitas yang tinggi maka mungkin kita tidak akan bisa membaca Al Qur'an dengan nyaman, jika Rasulullah dan para sahabat tidak memiliki cita-cita dan mentalitas yang tinggi, maka mungkin kita tidak akan bisa merasakan cahaya Islam seperti saat ini. Maka sebagai pemuda wajib bagi kita memiliki cita-cita dan mentalitas yang tinggi, mungkin efeknya tidak akan kita rasakan sekarang, tapi pemuda sekaranglah yang kelak akan menjadi pemimpin di masa akan datang.

Konten Mentalitas Muslim Juara ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

Di Penghujung Rindu

Posted: 27 May 2016 02:54 AM PDT

Ilustrasi. (nuevotiempo.org)

Kini Yusuf telah resmi menjadi adik iparku, suami dari adikku Reina. Artinya aku harus bisa berdamai dengan hati yang gundah, yang penuh sesal, aku harus bisa menerimanya sebagai seorang adik ipar, bukan sebagai harapan di masa mendatang. Untuk pertama kalinya aku merasa jika senyuman orang yang ku sayangi menjadi obat dan juga bumerang duka untukku.

Konten Di Penghujung Rindu ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

Keinginan Bunda

Posted: 27 May 2016 02:25 AM PDT

Ilustrasi. (seehati.com)

Permintaan orangtua hanyalah keinginan sederhana jika dibandingkan dengan perjuangannya selama hidup kita, bahkan keinginannya semata-mata melihat anaknya bahagia dengan orang yang tepat. Namun, keinginan mereka seringkali tidak bisa kita mengerti dengan keegoisan yang melekat dalam diri. Bunda hanya menginginkan pernikahan anak-anaknya segera terwujud, hanya itu saja. Tidak menuntut banyak dari kami dan semoga keinginan dari setiap orangtua dapat menjadi kenyataan dalam kehidupan nyata sebelum akhirnya kita atau mereka yang menutup mata.

Konten Keinginan Bunda ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

Pahlawan Adalah Mengheningkan Cipta

Posted: 27 May 2016 01:58 AM PDT

ilustrasi-pahlawan (inet)

Mengheningkan cipta (Maksud dari mengheningkan cipta di sini adalah mengenang pahlawan, begitu beratnya perjuangan yang dilaluinya. Bahkan mengorbankan jiwa raganya untuk kepentingan Agama Islam, Nusa dan Bangsa Republik Indonesia).

Konten Pahlawan Adalah Mengheningkan Cipta ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

Petuahnya akan Selalu Kuingat

Posted: 27 May 2016 01:16 AM PDT

Ilustrasi. (rumahkeluarga-indonesia.com)

Waktu terus berjalan, hari demi hari, detik demi detik tak dapat ku hentikan ketika ku tengah berada di dekapannya. Ingin sekali rasanya setiap saat berada di pelukannya. Dekapannya hangat, mengusir ketakutanku dari segala hal yang membahayakanku. Sejak ku kecil, ibu selalu menanamkan keberanian pada diriku. Aku tidak boleh takut dengan kegagalan, jika gagal coba lagi, jika salah segera minta maaf. Petuahnya selalu ku simpan dalam benak, pesan darinya adalah kunci semangat dan keberanianku.

Konten Petuahnya akan Selalu Kuingat ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

Survival di Thailand, Perjuangan Mencari yang Halal

Posted: 27 May 2016 01:08 AM PDT

Penulis di depan Gate 3, Mahidol University.

Demikian pula di daerah penginapan saya selama di Thailand, daerah Salaya. Di situ sangat minim referensi makanan halal. Di depan penginapan saya terdapat pasar dan aneka menu olahan babi juga tersebar. Satu-satunya tempat saya mendapatkan makanan halal di situ ada seorang penjual muslim, kebetulan berjilbab, muslimah asli Thailand. Ia menjual nasi ayam. Karena sedikitnya tempat tersebut, sehingga ketika sore buka, biasanya sekitar jam 8 malam dagangan tersebut sudah habis.

Konten Survival di Thailand, Perjuangan Mencari yang Halal ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

Terima Kasih Paman, Kini Aku Berani Memberantas Kekhawatiran Masa Depan

Posted: 27 May 2016 12:39 AM PDT

Ilustrasi. (inet)

Di samping sebagai murid SD yang banyak mainnya, aku memiliki paman yang sangat peduli dengan pendidikan para ponakannya. Namanya Ivan Ahda, ku panggil Mang Ivan, saat itu ia sedang menjalani rutinitasnya sebagai mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Indonesia dan sangat aktif di organisasi kampusnya, mulai dari Senat FPsi UI 2005-2006 sampai koordinator Pusgerak BEM UI 2007. Ya, sangat sibuk memang, tapi ia tidak pernah lupa dengan keluarganya termasuk ponakannya. Terkadang ia main ke rumah untuk silaturrahmi dan mengajakku dan kakakku jalan-jalan ke toko buku.

Konten Terima Kasih Paman, Kini Aku Berani Memberantas Kekhawatiran Masa Depan ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

Diskursus Tax Amnesty

Posted: 27 May 2016 12:37 AM PDT

Ilustrasi. (harianaceh.kilatstorage.com)

Terpenting dari semua itu adalah reformasi perpajakan. Mengutip Ecky Awal Mucharam, anggota Komisi XI DPR RI dari Fraksi PKS menyampaikan pandangannya di depan publik. "Tax amnesty tidak akan berhasil tanpa adanya reformasi perpajakan yang meliputi aspek regulasi, administrasi, dan institusi perpajakan."

Konten Diskursus Tax Amnesty ditampilkan pertama kali di dakwatuna.com.

Share This
Previous Post
Next Post

Pellentesque vitae lectus in mauris sollicitudin ornare sit amet eget ligula. Donec pharetra, arcu eu consectetur semper, est nulla sodales risus, vel efficitur orci justo quis tellus. Phasellus sit amet est pharetra

0 komentar: